Shama Israelu adonoi Ilahaini adonoi ahud (Wahai bani Israel Tuhan kamu dan Tuhan Kita adalah Tuhan yang Esa) -Yesus (Isa)

Monday, August 3, 2009

HUBUNGAN MUSLIM DENGAN BUKAN ISLAM

Ramai kawan bukan Islam bahkan Muslim sendiri bertanya: Bolehkah Muslim berkawan dengan bukan Islam? Jawapannya Boleh.

1. Hubungan Muslim dengan Ahli Kitab
Qur'an telahpun mengatur hubungan antara Muslim dengan non-Muslim :
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang lelaki dan perempuan serta menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan berpuak-puak supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal (Al-Hujurat 49;13).

Bahkan di ayat lain Allah berfirman bahawa terdapat kesamaan di antara Islam dan Nasrani dan Yahudi :

Dan sesungguhnya yang paling dekat persabahatan dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya kami ini orang Nasrani". Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, serta mereka tidak menyombongkan diri. (Al-Maidah 5:82).

Mengikut ayat di atas tidak ada halangan untuk Muslim berkawan dengan bukan Islam, bahkan Allah ciptakan manusia berpuak-puak untuk saling kenal mengenal. Muslim dan bukan Islam boleh bekerjasama dalam membangun negara dan memajukan bidang pendidikan serta semua aktiviti.
2. Larangan Melantik Bukan Islam menjadi Pemimpin
Hanya ada larangan daripada Allah dalam memilih pemimpin di kalangan bukan Islam dalam membuat keputusan yang berkaitan dengan agama seperti tersebut dalam Qur'an :

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin mu; sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim (AlMaidah 5;51).
Sebab apa orang Islam tidak boleh mengambil orang bukan Islam sebagai pemimpin? Rujuk ayat alqur'an di bawah ini :

1. Ahli Kitab mnginginkan kamu menjadi kafir seperti mereka.

Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir seperti mereka yang telah kafir, lalu kamu menjadi kafir seperti mereka. Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolongmu, hingga mereka menerima Islam ... (An-Nisa 4;89).

2. Ahli Kitab ingin menyesatkan orang Islam

Segolongan dari Ahli Kitab ingin menyesatkan kamu, padahal mereka tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak menyedarinya (Al-Imran 3;69).

3. Ahli Kitab Ingkar kepada ayat Allah

Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah, padahal kamu mengetahui kebenarannya (3;70).

4. Ahli kitab tidak pegang janji dengan baik

Dan Janganlah kamu percaya melainkan kepada orang yang mengikuti agamamu. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk ialah petunjuk Allah, dan janganlah kamu percaya bahawa akan diberikan kepada seseorang seperti apa yang diberikan kepadamu, dan jangan pula kamu percaya bahwa mereka akan mengalahkan hujahmu di sisi Tuhanmu"....(3;73)
5. Ahli kitab dianggap tidak beragama
Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikit pun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil dan Al-Qur'an yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu". Sesungguhnya apa yang diturunkan kepada Muhammad dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kebanyakan mereka; maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu (AlMaidah 5;68).
Panduan berhubungan dengan Bukan Islam
Umat islam dalam berkawan dengan bukan Islam telah diberi panduan oleh Allah melalui ayat-ayat Qur'an antara lain:

1. Muslim wajib berdakwah kepada bukan Islam
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.(Al-Imran 3;104).

2. Menyeru bukan Islam kepada Islam dengan Lemah lembut
Dalam kita menyeru bukan Islam pun Qur'an telah mengaturnya dimana dengan cara yang berhikmah dan lemah lembut :
Serulah manusia kepada jalan Allah dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk (An-Nahlu 16;125).

3. Mencari Persamaan dengan Ahli Kitab

Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, marilah berpegang kepada suatu kalimat yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak disembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak pula sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri kepada Allah" (Al-Imran 3;64).

4. Berdebat dengan ahli Kitab dengan cara yang terbaik
Bahkan kalau berdebat dengan bukan Islam pun maka dituntut untuk berdebat dengan cara yang terbaik.

Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zhalim di antara mereka, dan katakanlah: "Kami telah beriman kepada kitab-kitab yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan hanya kepada-Nya kami berserah diri" (Al-Ankabut 29;46).

5. Jangan mencerca sembahan ahli Kitab

Umat islam tidak dibenarkan untuk menghina sembahan agama lain, boleh jadi disebabkan ketidak fahaman mereka akan mencerca Allah.

Dan janganlah kamu mencerca sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, kerana mereka akan mencerca Allah dengan melampau tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah mereka kembali, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan (Al-an'am 6;108).

6. Tidak ada paksaan untuk menerima Islam
Islam tidak benarkan umatnya memaksa bukan Islam untuk menerima Islam dengan alasan apapun. Kalau ada muslim yang melakukan pemaksaan maknanya mereka tidak ikut tuntutan Qur'an.

Tidak ada paksaan untuk menerima Islam; sesungguhnya telah jelas kebenaran daripada kesesatan. Kerana itu barangsiapa ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (Al-Baqara 2;256).

No comments:

Post a Comment

Post a Comment